Rachmawati

Jejak-jejak Cinta-Nya

Jejak-jejak Cinta-Nya

Hari ini sama dengan seperti hari kemarin, tugas apapun yang diberikan selalu saja ada kesalahan, beberapa minggu ini dia mengalami gagal fokus. Demikian aku mengistilahkannya. Akhirnya aku memutuskan untuk menyelidiki apa gerangan yang telah terjadi.

“Good Morning kids”, “Good Mornig Miss”, “How are you kids”, “I’m Fine, Thank you miss and you?”

Yang demikianlah aktifitas mengajar pagi ini yang berlangsung diruang baca perpustakaan sekolah tempat aku bertugas bersama Aldy, orang yang belakangan ini selalu gagal fokus ketika di tugaskan sesuatu.

“Aldy. Laporan yang kemarin perlu dikoreksi pada halaman 6 ya”, ucapku mengurai lamunannya.

“ee..i..ya ,bak”, jawabnya gugup

Sepertinya Aldy tengah melamun dan matany tertuju pada orang yang berada dihadapan kami sambil sesekali dia tersenyum penuh makna. Aku mulai ada rasa usik yang menggelitik. “Jangan-jangan, Aldy jatuh cinta dengan Miss Maya”, Gumamku.

“Sudah, Aldy laporannya”, tanyaku

“sebentar mbak, dikit lagi”, jawabnya

Tak lama diapun menyerahkan pekerjaan yang aku tugaskan padanya, dan ternyata.. hasilnya sama seperti hari kemarin. Dan ini lebih fatal, halam yang aku suruh koreksi tak satupun yang dirubah. “Lha trus tadi dia ngerjain apa ya?” gumamku dalam hati.

“Aldy, tadi yang saya minta untuk dikoreksi halaman berapa..?”, aku mengajukan pertanyaan padanya. Matanya masih tak lepas memandang Miss Maya yang sedang mengajar.

“aanu mbak halaman 5”, jawabnya

Akupun langsung tersenyum, karena hari ini dia kembali gagal fokus dan tak menyadari kesalahannya.

“Aldy, kamu lagi jatuh cinta ya”, ucapku sambil mengamati roman wajahnya

“Ah, nggak kok mbak, kenapa mbak, menuduhku seperti itu, emang wajah saya terlihat seperti orang yang lagi jatuh cinta?”, ucapnya menjawab tanyaku.

“iya sih”, jawabku sekenanya, habis muyak juga pang, sudah seminggu ini inya salah tarus menggawii tugas inya

Wajah Aldy tiba-tiba bersemu merah dan salah tingkah seperti kepiting rebus dipasar

“coba ikam lihati, yang halaman lima ini sudah betul semua, yang aku suruh koreksi itu tabel yang dihalaman 6, Aldy”, kembali aku menjelaskan tentang kesalahan yang telah diperbuatnya.

Tak lama Aldy pun mengoreksi gawian yang aku tugaskan lawan inya,

“Oke Kids, See You Tomorrow”m ucap Miss Maya mengakhiri pelajaran English hari ini di ruang perpustakaan.

Ya, begitulah kebiasaan disekolah Kami, yang mengajarkan kepada siswa bahwa belajar bisa dimana saja. Tak hanya dikelas, bahkan dilapangan pun belajar dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh belajar diruang kelas.

“Terima Kasih Mbak Ana, Mas Aldy”, ucap Maya pada kami berdua undur pamit

“Tuh,.. kan... wajah Aldy langsung sumringah seperti orang menang Undian saat disapa oleh Miss Maya”, gumamku dalam hati sambil tersenyum sendiri.

***

Pagi ini tak seperti hari biasanya Aldy sangat baik padaku, wadai bingka dan banyu teh sudah diletakkannya dimeja kerjaku, lumayan, pagi ini sih emang saya belum sempat sarapan. Sebelum aku bertanya dalam rangka apa semua hidangan ini disajikan dihadapanku, tiba-tiba Aldi mengajukan pertanyaan

“Mbak mengapa kemarin mbak bilang saya lagi jatuh cinta, dari mana mbak Ana tahu”, tanyanya padaku

“Ya iyalah, coba kalau Miss Maya mengajar disini, pasti kamu salah tingkah”, jawabku sekenanya.

Wajah Aldy, kembali bersemu merah saat aku mencoba memancing hal yang berkaitan dengan Miss Maya. Dan ternyata dugaanku tak salah kan, coba lihat wajah Aldy berubah seperti kepiting rebus.

“Mbak saya boleh gak curhat sesuatu, Apakah jatuh cinta itu dosa”, tanyanya padaku.

“Ya nggaklah di, Allah mengkaruniakan cinta pada setiap Hamba-Nya, yang tidak boleh itu pacarannya, jika emang serius, lamar aja anak orang toh kamu sudah cukup dewasa dan memiliki penghasilan sendiri”, jawabku seperti Ustadzah

“Kalau boleh tau, siapa wanita yang sudah mengisi ruang dihatimu”, tanyaku padanya

“Miss Maya mbak, tapi saya takut dosa dan ditolak, karena islam melarang pacaran dan saya hanya seorang pustakawan dan dia adalah seorang guru yang pandai berbahasa Inggris, saya mah apa atuh”, jelasnya merendah

Kasihan juga mendengar penjelasan memelasnya padaku, putar otak, aku mencoba mencari penjelasan dan jawaban yang sebijak mungkin padanya agar hatinya tidak terlalu ciut seperti kerupuk yang kena air.

“Aldy, Ingat Islam tak melarang jatuh cinta, yang dilarang adalah tindakan negatif yang dilakukan atas nama cinta Aturan islam sederhana, bila cinta, datangi walinya dan menikahlahm, bila belum siap, persiapkan diri dalam diam. pilihannya hanya ada dua sudahi atau halalkan”, Loh aku jadi seperti ustadzah gitu ya...

Mendapat penjelasan dariku Aldy terlihat mulai memiliki semangat untuk meraih cintanya.

“Apa yang harus saya lakukan mbak”, tanyanya.

“Dekati dan ajak bicara”, Ucapku

“Saya takut dosa”, jawab Aldy

“Baiklah saya akan coba menghubungi, Miss Maya dan bicara empat mata besok, sepertinya besok adalah jadwal mengajarnya disini”, ucapku menenangkannya.

“Maaf mbak, saya sedang di ta’aruhkan dengan seseorang, dan minggu depan kepastian dari pihak laki-laki”, begitu ucapan Miss Maya padaku.

“Seandainya kamu berjodoh dengan AlAlAldy, apakah kamu mau menerima pinangannya”, tanyaku

“Semua kehendak Allah dan saya akan menjalani apapun yang menjadi ketetapannya”, sahut Maya padaku.

Ada rona senang dan gundah pada wajah Aldy saat hasil pembicaraan empat mata kusampaikan padanya.

“Berarti saya tak mungkin meraih hatinya lagi”, jawabnya putus asa

“Aldy, menangkan hati Maya dengan Tahajudmu pada-Nya”, ucapku menyemangatinya

---

Pagi ini tak seperti hari kemarin, Wajah Aldy Sumringah dan penuh kebahagiaan, “alamak kesambet apa nih anak” gumamku

“Assalamu alaikum mbak”, sapanya.

“Mbak aku ingin curhata lagi boleh, nggak”, tanyanya

“Boleh aja, tapi ntar transfer ke rekening ya, ongkos konsultasinya”, gurauku padanya

“Mbak semalam kakak Maya menelponku dan menanyakan apakah benar saya pernah mengajukan niat serius pada adiknya, aku disuruh bertemu malam ini di rumah makan Olah Bebaya, Apa yang harus saya bicarakan, dan jelaskan mbak, saya takut tapi saya sangat bahagia”, tanyanya padaku

“Aldy, Aldy, kalau bertanya itu satu persatu bukan borongan seperti itu”, jawabku, “alhamdulillah keinginan dan do’a Aldy didengar Allah”, gumamku dalam hati

“he..he..he, maaf mbak”, ucapnya

“Hadapi dong, temui dan katakan apa yang menjadi niat baikmu, dan kamu harus minta waktu untuk berbicara dengan orang tuamu terlebuh dahulu, karena pernikahan bukan hanya untuk hari ini, melainkan selamanya hingga ke Jannahnya Allah”, ucapku

“Baik mbak, terima kasih mbak sudah mau menjadi teman curhatku, terima kasih mbak Ana”, ucap Aldi, ada kabut bahagia menghiasi matanya saat mengakhiri obrolan kami hari ini.

***

Tanggal pernikahan telah ditentukan, ya.. memang waktu yang teramat singkat bagi jejak cinta mereka untuk saling mengenal. Tak pernah sekalipun mereka jalan berdua sejak keputusan cinta Aldy diterima. Aldy dan Maya sangat mentaati Aturan agama kami.

Kaget... sudah tentu, orang sekantor heboh dan tidak percaya dengan surat Undangan yang mereka terima. “Siapa nih Mak Comblangnya”, demikian tanya setiap orang yang menerima undangan.

Hari Bahagia yang mereka nantikan berdua, tiba, aku turut hadir pada acara Walimah mereka, saat ijab kabul diucapkan, ada tangis haru disudut mataku, dan sebait doa untuk kalian berdua, semoga Sakinah, Mawaddah dan Warohmah hingga ke Jannah-Nya Allah.♥♥♥ (Rachmawati)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali